Selasa, 06 Oktober 2015

Smart City, Smart Economy & Teknologi Pendukung



Nama : Pt. Ngurah Wahyu Anta Kusuma B.
Nim : 1304505007
Matakuliah/Kode : ERP/TI029309
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

Smart City, Smart Economy & Teknologi Pendukung

Pengertian Smart City
Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakatnya dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga.SmartCity dapat disimpulkan bahwa memanfaatkan sumber informasi dan menggunakan teknologi yang canggih untuk mempermudah kehidupan.
Faktor Smart City
  • Mendorong dan mengembangkan pola baru struktur kepemimpinan
  • Bekerjasama dengan melibatkan semua pihak
  • Membangun dan menggunakan infrastruktur pintar
  • Mempersiapkan model pembiayaan yang mampu menjawab tantangan dan peluang ke depan
  • Model Pembiayaan 
Dimensi Smart City

·         smart economy
smart economy atau ekonomi cerdas mencakup inovasi dan persaingan, jika semakin banyak inovasi-inovasi baru yang dikembangkan maka akan menambah peluang usaha baru dan meningkatkan persaingan pasar usaha/modal.
Meningkatnya jumlah pelaku usaha mengakibatkan persaingan pasar menjadi semakin ketat. Sehingga inovasi-inovasi baru perlu diciptakan untuk mempertahankan eksistensi bisnis pelaku usaha tersebut.

·         smart mobility
Smart mobility termasuk pada transportasi dan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur diwujudkan melalui penguatan system perencanaan infrastruktur kota, pengembangan aliran sungai, peningkatan kualitas dan kuantitas air bersih, pengembangan system transportasi, pengembangan perumahan dan permukiman, dan peningkatan konsistensi pengendalian pembangunan infrastruktur. Dengan ketersediaan sarana/prasarana transportasi dan infrastruktur yang memadai akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

·         smart environment (lingkungan)
Lingkungan pintar berarti lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, visual maupun tidak,bagi masyarakat dan public. Menurut undang-undang tentang penataan ruang, mensyaratkan 30 % lahan perkotaan harus difungsikan untuk ruang terbuka hijau baik privat maupun public. Lingkungan yang bersih tertata merupakan contoh dari penerapan lingkungan yang pintar.

·         smart people (kreativitas dan modal)
Pembangunan senantiasa membutuhkan modal, baik modal ekonomi (economic capital), modal manusia (human capital) maupun modal sosial (social capital). Kemudahan akses modal dan pelatihan-pelatihan bagi UMKM dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan mereka dalam mengembangkan usahanya. Modal sosial termasuk seperti kepercayaan, gotong royong, toleransi, penghargaan, saling memberi dan saling menerima serta kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui berbagai mekanisme seperti meningkatnya rasa tanggungjawab terhadap kepentingan publik, meluasnya partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian masyarakat dan menurunnya tingkat kejahatan. Tata nilai ini perlu dipertahankan dalam kehidupan sosial masyarakat smart city.

·            smart living (kualitas hidup)
Berbudaya, berarti bahwa manusia memiliki kualitas hidup yang terukur (budaya). Kualitas hidup tersebut bersifat dinamis, dalam artian selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri. Pencapaian budaya pada manusia, secara langsung maupun tidak langsung merupakan hasil dari pendidikan. Maka kualitas pendidikan yang baik adalah jaminan atas kualitas budaya, dan atau budaya yang berkualitas merupakan hasil dari pendidikan yang berkualitas.

·         smart governance (pemberdayaan dan partisipasi)
Kunci utama keberhasilan penyelengaraan pemerintahan adalah Good Governance. Yaitu paradigma, sistem dan proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum, kemanusiaan, keadilan, demokrasi, partisipasi, transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas ditambah dengan komitmen terhadap tegaknya nilai dan prinsip “desentralisasi, daya guna, hasil guna, pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab, dan berdaya saing”.Keberpihakan pemerintah daerah perlu ditingkatkan untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal sehingga wilayah-wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat dan dapat mengejar ketinggalan pembangunan. Hal yang dapat dilakukan adalah membangun wilayah-wilayah tertinggal melalui peningkatan produktivitas dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan keterkaitan antara wilayah tertinggal dengan wilayah-wilayah pusat kota serta mengelola dan mengendalikan pemanfaatan sumber daya yang ada
Teknologi untuk mewujudkan Smart Economic yaitu :
  1. E-Bussines yang terdiri dari E-Commerce dan M-Commerce. E-Commerce dan M-Commerce berkaitan dengan mobile computing
  2. Mobile Computing yang terdiri dari Reability, OOP, dan Stability. Kunci dari Reability adalah cloud computing, OOP dapat berupa operasi sistem yang terdapat didalam andorid, Ios serta mobile operasi sistem lainnya.
  3. Cloud Computing didefinisikan sebagai layanan-layanan yang digunakan secara cuma-cuma di internet, didalam mewujudkan smart economic digunakan 3 layanan yang terdapat didalam cloud computing yaitu IAAS (Infrastructre AS A Service) penyediaan sarana infrastruktur jaringan komputer (computer network), perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan (storage), processor, serta proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi. PAAS (Platform AS A Service) menyediakan platform untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak secara cepat dan mudah yang pada umumnya berbasis web dan telah disediakan fitur-fitur yang memudahkan programmer maupun pengguna awam dalam mengembangkan aplikasi. Serta SAAS (Software AS A Service) layanan yang paling banyak digunakan, berbentuk pemakaian bersama perangkat lunak (aplikasi) yang siap pakai. Dengan sebuah komputer, mobile sistem operasi, aplikasi web browser, dan koneksi internet atau intranet saja, seorang pengguna dapat dengan mudah mengakses SAAS.
  4. NFC & RFID. NFC merupakan  merupakan bentuk komunikasi nirkabel jarak-pendek di mana antena yang digunakan lebih pendek daripada gelombang sinyal operator (yang mencegah interferensi gelombang dari antena yang sama), dan RFID merupakan teknologi wireless yang kompak. RFID berpotensi sangat besar untuk kemajuan perniagaan (commerce). RFID menggunakan chip yang dapat dideteksi pada range beberapa meter oleh pembaca RFID. Peranan NFC & RFID didalam Smart Economic yaitu sebagai E-Payment (transaksi pembayaran didalam proses penjual belian sebuah bisnis didalam usaha). E-Payment merupakan sistem pembayaran sedangkan Smart Payment merupakan selain aplikasinya yang pintar, usernya juga harus pintar didalam menggunakan aplikasi yang ada dalam kata lain pengguna dan sistem sama-sama harus bisa dihandalkan.
  5. IoT/M2M merupakan teknologi yang memungkinkan adanya pengendalian, komunikasi dan kerja sama dengan berbagai perangkat kerass melalui jaringan internet.
  6. ERP, CRM, HRM. dari ketiga teknologi tersebut terdiri dari POS, SI (Sistem Informasi), Desktop OOPS, Cloud Apps (SMS Cloud), serta Web Apps. Dimana POS biasanya digunakan pada bagian kasir disebuah perusahaan serta dibagian inventory.
  7. OTT (Over The Top), merupakan layanan dengan konten yang berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet. Layana  OTT biasanya menumpang pada operator karena sifatnya yang beroperasi di atas jaringan internet milik sebuah operator telekomunikasi. Contoh Aplikasi OTT yaitu sosial media seperti Line, Google+, Facebook, Twitter, WhatApps, Telegram serta sosial media lainnya. Berikut ini merupakan cara kerja dari OTT yaitu OTT Service sebagai penyedia layanan OTT sedangkan Telco Word merupakkan penyedia infrastruktur dari OTT World.
Daftar Pustaka
[1] Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.
[2]http://www.sekolahkampus.com/article/detail/detail/data/610/b125c14f6d6e/list/konsep_smart_city.html
[3]http://smartcityindonesia.blogspot.co.id/



0 komentar:

Posting Komentar